Kamis, 26 Oktober 2017

Program Juragan Kost dari PLI, Cukup Dengan Modal 10 Juta

Program Juragan Kost dari PLI, Cukup Dengan Modal 10 Juta
Bermimpi menjadi juragan / bos kost-kostan, namun dengan modal yang minim? Saat ini, impian tersebut bisa diwujudkan dengan cara membeli apartemen berkonsep kost-kostan. Adalah PT Prioritas Land Indonesia (PLI), pengembang yang kreatif dan inovatif, yang mencetuskan konsep tersebut.

Melalui apartemen Majestic Point Serpong (MPS), PLI menawarkan konsep jadi juragan kost kepada para konsumen yang ingin mewujudkan impiannya untuk memiliki kost-kostan, namun dengan modal yang sangat kecil, yakni hanya Rp 10 juta.

Presiden Direktur PT PLI Marcellus Chandra mengatakan, awalnya ide untuk mencetuskan konsep tersebut muncul setelah melihat banyak masyarakat, khususnya di daerah Tangerang yang ingin mempunyai passive income dengan cara membangun kost-kostan, namun terkendala biaya yang cukup mahal, apalagi harga tanah di lokasi yang strategis sekarang sangat tinggi.

Padahal, kata Marcell, di sekitar Serpong,  banyak masyarakat perantau dari luar daerah, seperti mahasiswa, professional, bahkan pegawai-pegawai biasa yang mencari tempat tinggal di kontrakan atau kost-kostan. Dengan demikian, banyak orang yang merasa optimis bahwa memiliki rumah kost pasti akan menguntungkan.
“Contohnya saja di daerah Apartemen MPS ini banyak sekali kampus dan perkantoran. Itu sudah pasti mahasiwa dan karyawan itu butuh tempat tinggal, karena banyak sekali diantara mereka itu berasal dari luar daerah. Untuk diketahui saja, harga sewa kost per ruangan di daerah Summarecon, tempat MPS ini berada saat ini sebesar Rp 2,6 juta per bulan.,” tutur Marcell.

Marcell menjelaskan, harga Apartemen MPS sekarang mulai dari Rp 500 juta, namun dengan modal Rp 10 juta apartemen sudah bisa langsung dimiliki dengan cicilan sekitar Rp 30.000 per hari (untuk 2 tahun pertama). Selain itu, pihak developer juga memberikan rental guarantee / jaminan sewa sebesar 9% per tahun (selama 2-3 tahun).
“Kami juga memberikan free maintenance (listrik&air), free interior, dan dikelola secara professional oleh developer. Para juragan ini nantinya langsung dapat income dan dijamin tersewa,” kata Marcell.

Sementara Billy Tanutama, General Manager Sales & Marketing menjelaskan, fasilitas yang disediakan bagi para penyewa kost-kostan ini, mulai dari kolam renang, playground, sky park, jogging track, gym, dan basketball court. Sementara unit yang tawarkan adalah type studio (semi  gross 27 m2), 1 bedroom (semi gross 40 m2), dan 2 bedroom (semi gross 54 m2.

Billy menyampaikan, pembangunan apartemen MPS saat ini sudah memasuki tahap penyelesaian yang hampir rampung 85%.

Lokasi MPS, sambung Billy sangat mudah diakses, hanya 5 menit menuju pintu tol Jakarta dan Merak, dan 15 menit menuju pintu tol Jorr Jakarta – Serpong. Dikelilingi oleh beberapa universitas / sekolah ternama, seperti  Universitas Pelita Harapan Karawaci, Swiss German University, Jakarta Nanyang School,  Universitas Bina Nusantara,  Prasetya Mulya,  Stella Maris International School, dan Sekolah Tarakanita.

Selain fasilitas pendidikan, apartemen ini juga dikelilingi oleh sejumlah tempat perbelanjaan, diantaranya adalah Lippo Supermall Karawaci, Summarecon Mall Serpong, Mall of Alam Sutera, BSD Square, Teras Kota, BSD Plaza, dan Living World. Terdapat sejumlah rumah sakit, seperti Siloam Hospital Karawaci, Rumah Sakit St. Carolous, Rumah Sakit Awal Bros,  Eka Hospital BSD, dan Rumah Sakit Mayapada.

Saat ini, juga tengah dibangun Rumah Sakit Mitra Keluarga, yang keberadannya hanya beberapa ratus meter saja di sebelah MPS. Artinya, keberadaan rumah sakit ini juga akan ikut mendongkrak harga MPS
“Lokasi strategis dan kebutuhan market akan hunian sewa tentunya menjadi peluang investasi yang menarik,kami optimis konsep ini akan berhasil dan memberi keuntungan maksimal bagi para juragan kost yang berinvestasi di Majestic Point Serpong, ” tutur Billy.

Kamis, 22 Desember 2016

K2 PARK PERIZINAN PEMBNAGUNAN CONDOTEL MEWAH



K2 PARK PERIZINAN - Seperti yang tertuang dalam paket kebijakan ekonomi tahap 1, pemerintah melakukan berbagai langkah untuk menggerakkan ekonomi nasional, termasuk industri properti tentunya, yaitu dengan deregulasi, debirokratisasi, penegakan hukum, dan kepastian usaha. Pemerintah sadar, ada banyak hambatan yang selama ini membuat industri nasional tak berkembang pesat atau jalan di tempat, salah satunya karena proses perijinan yang rumit.

Dikeluhkan pengembang sebelumnya, Menteri PUPR Muhammad Basuki Hadimuljono menegaskan, akan memangkas perizinan untuk pembangunan perumahan yang selama ini dikeluhkan pengembang. "Salah satu fokus kami memang memangkas proses perizinan. Kami usahakan satu pintu dan waktunya cepat, agar lebih sederhana dan semua proses berjalan cepat," kata Basuki, saat bertemu dengan Asosiasi perumahan, REI, APERSI dan ASPERI, di kantornya, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Langkah ini dinilai menjadi angin segar bagi industri properi yang tahun ini tak bisa dipungkiri mengalami penurunan penjualan sebagai dampak dari ekonomi nasional yang melambat. Dihar Dakir, Manajer Humas PT Prioritas Land Indonesia, salah satu developer baru yang tengah berkembang pesat, sangat yakin terobosan yang dilakukan pemerintahan Presiden Joko Widodo ini bermanfaat untuk para pelaku usaha properti.

  K2 PARK PERIZINAN PEMBNAGUNAN CONDOTEL MEWAH



“Proses perizinan adalah salah satu faktor penting buat para pengembang. Kami sejauh ini sebenarnya tak pernah mengalami kesulitan dalam setiap proses pengajuan perizinan kepada pemerintah daerah tempat proyek kami berada, namun jika pemerintah ingin lebih mempermudah dan mempercepat lagi proses tersebut, maka itu akan lebih bagus,” kata Dihar.

PT Prioritas Land Indonesia (PLI) sendiri saat berita ini diturunkan 15 oktober tahun 2015 lalu,  tengah mempersiapkan penggarapan salah satu proyeknya di kawasan Gading Serpong yaitu apartemen K2 Park. Dan sekarang sudah dimulai pembangunannya. Menurut Dihar, proses perijinan di pemerintah Kabupaten Tangerang sejauh ini tak ada masalah.


“Semua proses tersebut berjalan lancar dan sesuai target waktu yang kami rencanakan. Saat ini kami tengah merevisi dokumen AMDAL yang diminta Komisi Penilai AMDAL Pemerintah Kabupaten Tangerang.

Diharapkan setelah adanya komitmen pemerintah pusat untuk memangkas proses perijinan, prosesnya bisa berjalan lebih cepat dan lancar,” harap Dihar.


Setelah Surat Rekomendasi AMDAL yang telah disetujui Bupati Tangerang terbit, maka barulah izin untuk mendapatkan IMB bisa diproses. Biasanya setelah rekomendasi AMDAL keluar, IMB akan segera diterbitkan dan pengembang bisa memulai proses pembangunan.


Uniknya, sepanjang proses pembuatan izin tersebut, masalah justru sering datang dari pihak lain 


 PT Prioritas Land Indonesia (PLI) mempercepat proyek yang selama ini di kerjasakan. Belum lama ini, perseroan melakukan peletakan baru pertama (groundbreaking) proyek Superblok K2 Park di Gading Serpong sebagai tanda dimulainya pembangunan.

Dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin, presiden direktur PT Prioritas Land Indonesia, Marcellus Chandra mengatakan, gedung pertama yang akan dibangun adalah Hotel Harris, hotel bintang empat yang terdiri dari sekitar 200 kamar,”Selanjutnya pembangunan 5 tower lainnya akan dilakukan secara paralel dan penyerahan kunci diharapkan berlangsung pada 2018,”ungkapnya.

Disebutkan, superblok K2 Park merupakan proyek mahakarya Prioritas Land yang dibangun di lahan seluas 3 hektare dengan dana investasi sebesar Rp 1,5 triliun dan akan menjadi the symphony of living di daerah Gading Serpong. Nantinya, proyek multi fungsi (mixed use develpment) ini akan menghadirkan sejumlah fasilitas, diantaranya food hall, area commercial, restoran, cafe, dan sejumlah fasilitas penunjang lainnya.

Sementara untuk education tower, rencananya akan diisi oleh sejumlah institusi pendidikan, diantaranya adalah sekolah sekretaris, sekolah musik, dan sekolah public relation (PR). Asal tahu saja, proyek Superblok K2 Park terletak di lahan seluar 3 hektare di Gading Serpong, Tangerang, Banten dan merupakan mahakarya dari PT Prioritas Land Indonesia. Proyek ini terdiri dari 4 tower apartemen sebanyak 2500 unit, 1 tower hotel (Harris Hotel), dan 1 tower pusat pendidikan.

Asal tahu saja, proyek Superblok K2 Park yang hanya berjarak sekita 5 menit dari pintu tol Karawaci ini dijual harga mulai dari Rp 500 juta. Kata Marcellus Chandra, proyek K2 Park ini merupakan mahakarya perseroan dan merupakan proyek ke lima setelah vila di Nusa Dua dan di Uluwatu Bali, Apartemen Majestic Point Serpong, dan Apartemen Indigo @Bekasi,”Diharapkan pembangunan proyek ini semakin melengkapi kebutuhan hunian mewah yang terintegritas dengan berbagai fasilitas seperti hotel, tempat perbelanjaan, tempat pendidikan, kuliner, dan berbagai fasilitas hiburan lainnya di daerah Gading Serpong,” ujar Marcell.

Disebutkan, saat ini sebanyak 2 tower apartemen sudah hampir terjual seluruhnya, sehingga dalam waktu dekat akan kembali meluncurkan tower ke tiga. Namun, untuk penjualan tower ke tiga ini dipastikan akan mengalami kenaikan harga, karena perseroan menyesuaikan kenaikan harga properti di sekitar wilayah Gading Serpong yang asumsikan melonjak sekitar 30%.

Wilayah Gading Serpong, kata Marcell, kian menarik bagi konsumen, baik enduser (pembeli langsung yang akan menempati bangunan) maupun investor. Terlebih lagi, diperkirakan pada akhir tahun ini akan segera dibuka akses tol Gading Serpong yang terhubung dengan tol Jakarta – Merak yang tak pelak juga mendongkrak harga jual properti.